LAPORAN KEGIATAN WORKSHOP
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BAGI GURU,
PENGAWAS
DAN TENAGA KEPENDIDIKAN.
Kepada
Yth : Kepala Dinas Pendidikan Kota
Gorontalo
Dari : Peserta Workshop Penguatan
Pendidikan Karakter bagi Guru,
Pengawas dan Tenaga Kependidikan.
Tanggal : 15 Desember 2025.
I.
Dasar :
1. Surat Kepala Kantor Kementerian Agama
Kota Gorontalo Nomor: 125/KK.30.06/04/PP.00.7/12/2025 tanggal 09 Desember 2025
tentang Permohonan Dispensasi.
2. Telaah staf Dinas Pendidikan Kota
Gorontalo Nomor: 800/Disdik-Ketenagaan/9322 tanggal 9 Desember 2025 tentang
permohonan persetujuan pemberian izin.
3. Surat Dispensasi Kepala Dinas Pendidikan
Kota Gorontalo Nomor 800/Disdik.Ketenagaan/9321 tanggal 9 Desember 2025 tentang
Pemberian Dispensasi.
4. Surat Tugas Kepala Kantor Kementerian
Agama Nomor: 2991/KK.30.06/04/PP.00/12/2025 tanggal 09 Desember 2025 tentang
surat tugas mengikuti kegiatan.
II.
Maksud / tujuan perjalanan dinas :
Melaksanakan kegiatan Workshop Workshop
Penguatan Pendidikan Karakter bagi Guru, Pengawas dan Tenaga Kependidikan.
Waktu
dan tempat pelaksanaan:
Waktu :
10 – 12 Desember 2025
Tempat :
Hotel Grand Whizz Jalan Piere Tendean Boulevard
Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara.
III. Pelaksanaan
kegiatan :
1. Pada tanggal 10 Desember peserta
berangkat dari Kota Gorontalo menuju Hotel Grand Whizz Jalan Piere Tendean
Boulevard Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara.
2. Tanggal 10 Desember 2025 kegiatan
dimulai pukul pukul 19.30 dengan rangkaian kegiatan sebagai berikut:
-
Kegiatan
Pembukaan Kegiatan oleh Bapak Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi
Gorontalo yang di wakili oleh Bapak Kasubag TU
-
Presentasi
Materi Pokok oleh Narasumber Bapak Kasubag TU tentang Kurikulum Cinta pada
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
-
Presentase
singkat dari Pelatih Provinsi tentang persiapan teknis Workshop yang akan
dilaksanakan.
3.
Pada
Tanggal 11 Desember 2025, kegiatan dimulai pukul 08.00 dengan rangkaian
kegiatan sebagaiberikut:
-
Kegiatan
Workshop dimulai terkait dengan Refleksi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
oleh peserta workshop.
-
Pemaparan
oleh Pelatih Provinsi Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB)
GPAI tentang Implementasi kurikulum cinta pada penguatan karakter peserta didik.
-
Diskusi
peserta terkait dengan Draf Penyusunan perencanaan pembelajaran Pendidikan
Agama Islam terintegrasi dengan Pembelajaran mendalam dan kurikulum cinta.
-
Penyusunan
Perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam terintegrasi dengan
Pembelajaran mendalam dan kurikulum cinta.
-
Presentasi
Peserta terkait dengan pembelajaran Pendidikan Agama Islam terintegrasi dengan
Pembelajaran mendalam dan kurikulum cinta.
4.
Pada
tanggal 12 Desember 2025 kegiatan dimulai pukul 08.00 dengan rangkaian kegiatan
yang dilakukan sebagai berikut:
-
Pleno
Refleksi hasil kegiatan workshop oleh peserta kegiatan workshop.
-
Penutupan
kegiatan workshop oleh Ibu Kepala Bidang Papkis Kantor Wilayah Kementerian
Agama Provinsi Gorontalo
-
Penyelesaian
Administrasi kegiatan
-
Peserta
kembali ke Gorontalo.
.
IV.
Hasil
Kegiatan
1.
Presentasi
Materi Pokok oleh Narasumber Bapak Kasubag TU tentang Kurikulum Cinta pada
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam yaitu
dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, kebutuhan akan pendekatan yang
menyentuh hati dan membentuk karakter menjadi semakin mendesak. Di sinilah
kurikulum cinta menemukan relevansinya. sebuah pendekatan yang menempatkan
kasih sayang, empati, dan ketulusan sebagai fondasi utama dalam proses
pembelajaran. Ketika kurikulum cinta diterapkan dalam mata pelajaran Pendidikan
Agama Islam (PAI), ia tidak hanya mengajarkan pengetahuan keagamaan, tetapi
juga menumbuhkan kesadaran spiritual dan kemanusiaan yang mendalam.
2.
Selanjutnya
di hari kedua pemaparan oleh Pelatih Provinsi Program Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan (PPKB) GPAI tentang Implementasi kurikulum cinta pada penguatan
karakter peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yaitu
Kurikulum cinta dalam PAI mengajak guru dan peserta didik untuk menjadikan
nilai-nilai Islam sebagai pengalaman hidup, bukan sekadar hafalan. Cinta kepada
Allah, Rasulullah, sesama manusia, dan alam semesta menjadi benang merah yang
mengikat seluruh materi ajar. Misalnya, ketika membahas kisah Nabi Muhammad
SAW, siswa tidak hanya mengenal fakta sejarah, tetapi diajak merenungi
kelembutan akhlaknya, memaknai perjuangannya, dan meneladani kasih sayangnya
dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi dengan pembelajaran mendalam (deep
learning) memperkuat esensi ini. Siswa tidak hanya diajak memahami konsep,
tetapi juga merefleksikan, mengaitkan dengan pengalaman pribadi, dan
menerapkannya dalam tindakan nyata. Pembelajaran menjadi proses transformatif—dari
tahu menjadi sadar, dari sadar menjadi peduli, dan dari peduli menjadi berbuat.
V.
Penutup
Demikian laporan
kegiatan workshop ini dibuat untuk dapat digunakan sebagai bentuk pengembangan
kompetensi guru, pengawas dan tenaga kependidikan.
Gorontalo, 15 Desember 2025
Peserta kegiatan
Workshop
1.
Dr.
Sri Utami Bay, M.Pd.
2.
Suryani
K. Laiya, S.Ag.
3. Bambang Rianto, M.Pd.I
3. Bambang Rianto, M.Pd.








